AMANKAH VITABUMIN UNTUK BAYI?


Vitabumin merupakan madu labumin yang dilengkapi dengan ekstrak temulawak dan daun pegagan yang sarat akan manfaat untuk tumbuh kembang anak. Vitabumin merupakan nutrisi yang sempurna untuk anak karena kandungan vitamin, mineral, protein dan komponen nutrisi lain yang dibutuhkan oleh anak, tetapi bunda vitabumin mempunyai batasan umur untuk pengkonsusiannya yaitu umur 1 sampai 12 tahun. Lalu, jika vitabumin dikonsumsioleh bayi, amankah bunda?
Pada dasarnya vitabumin merupakan madu. Perlu bunda ketahui bahwa pada madu mengandung bakteri Clostridium botulinum. Sebenarnya bakteri ini tidaklah berbahaya untuk kelangsungan tumbuh kembang anak diatas 1 tahun. Akan tetapi jika bakteri ini menginfeksi pada bayi dibawah 1 tahun, bakteri ini akan menghasilkan racun yang dapat menginfeksi pencernaan bayi dan menyebabkan kerusakan pada saluran pencernaan bayi. Ini disebabkan saluran pencernaan bayi terutama lambung belum terbentuk dan berkembang secara sempurna sehingga mudah rusak jika terkena virus atau bakteri dan racun. Penyakit yang disebabkan keracunan bakteri Clostridium botulinum ini disebut dengan botulisme. Dalam beberapa kasus botulisme ini dapat menyebabkan kematian pada bayi karena toksin yang dihasilkan Clostridium botulinum ini dapat melumpuhkan otot pernafasan bayi dengan cepat.
Gejala yang dapat terlihat jika bayi mengalami botulisme adalah sembelit, wajah pucat, kelesuan saat makan dan sangat lemah dalam menghisap makanan, menagisnya sangat lemah, aktifitas bermain menurun, kesulitan dalam menelan dan masalah pernafasan. Untuk itu bunda jangan sekali-kali memberikan vitabumin pada bayi kesayangan bunda walaupun dapat kita ketahui vitabumin mempunyai banyak manfaat.
Bagaimana jika bayi sudah terlanjur terinfeksi?

Ilmuan Amerika telah menemukan cara untuk mengatasi infeksi botulisme pada bayi. Cara yang dikembangkan adalah dengan pengobatan dilakukan dengan obat maka dapat menggunakan BabyBIG yaitu duatu obat yang digunkan untuk mengurangi rasa sakit akibat infeksi dan kompilkasi yang khusus diformulasikan untuk bayi. Tetapi ini akan memberikan dampak jangka panjang pada bayi. Kemungkinan terjangkitnya infeksi ini akan terulang lagi. Untuk itu lebih baik gunakan dengan perawatan suportif yaitu perlakuan terhadap makanan bayi, dan juga yang berpengaruh dalam peningkatan pernafasan. Misalnya dengan pemberian ASI ekslusif pada bayi, ASI mempunyai zat antibiotik yang menjaga kekebalan tubuh anak, ASI juga kaya akan nutrisi sebagai asupan utama bayi dalam tumbuh kembangnya termasuk dalam penyempurnaan pencernaan bayi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar